Arab Saudi Siap Kucurkan US$10 Miliar untuk Bangun Kilang di Indonesia

Arab Saudi Siap Kucurkan US$10 Miliar untuk Bangun Kilang di Indonesia

Jakarta – TAMBANG. Dalam kesempatan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi, Menteri Keuangan Arab Saudi menjanjikan investasi sebesar US$10 miliar. Dana tersebut disiapkan untuk menunjang keinginan Saudi Aramco membangun kilang minyak di Indonesia.

Menyambut kabar baik itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja, berharap agar investasi Saudi Aramco bisa segera terwujud. Karenanya, pemerintah akan menindak lanjuti dengan diskusi lebih lanjut dan mempersiapkan berbagai regulasi terkait, termasuk kemungkinan bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero).

“Kerja sama sampai ke hilir boleh. Tapi nanti dibikin regulasinya yang cantik. Jangan hanya membangun di tempat-tempat yang gemuk saja. Mungkin membangun di Jakarta, bangun juga di Sulawesi dan Ambon. Jadi pembangunan infrastruktur merata,” ujar Wiratmaja, di Jakarta, Senin (14/9).

Dengan permodalan yang kuat, Saudi Aramco diharapkan juga dapat membantu Indonesia memperkuat infrastruktur di daerah-daerah tapal batas, demi ketahanan energi nasional.

Niatan Saudi Aramco ini bukanlah hal baru, karena sudah dikemukakan beberapa tahun silam. Bahkan sempat dilakukan studi kelayakan bersama dengan Pertamina. Namun rencana tersebut tersendat, karena sebagai investor Saudi Aramco menuntut beberapa insentif yang saat itu tidak bisa diberikan oleh pemerintah.

Dengan dibuka kembalinya diskusi soal pembangunan kilang Saudi Aramco ini, Wiratmaja menyebut nantinya pemerintah bisa merujuk kembali pada studi kelayakan yang telah dilakukan di Tuban. Namun kepastian itu tentu masih harus dibicarakan kembali.

Selain perusahaan plat merah asal Arab Saudi tersebut, sejumlah investor asing lain sebenarnya telah bersurat pada Pemerintah RI untuk menyatakan minat membangun kilang dan fasilitas penyimpanan migas. Disebutkan Wiratmaja, calon investor tersebut antara lain berasal dari Kanada, Cina, Irak, Kuwait, serta Korea Selatan.

Di sisi regulasi, terkait kebutuhan kilang minyak baru ini, akan segera diterbitkan sebuah aturan baru dalam bentuk Peraturan Presiden. Dalam aturan tersebut disediakan empat opsi pembangunan demi percepatan kilang minyak yaitu oleh badan usaha, melalui kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha (public-private partnership), melalui penugasan khusus kepada PT Pertamina (Persero), serta dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perpres itu juga nantinya akan mengatur insentif fiskal yang diberikan kepada para investor pembangun kilang.

Artikel Terkait

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Antam Resourcindo–Tanjung Alam Jaya Tanam 1.000 Pohon dalam Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Jakarta, TAMBANG — PT Antam Resourcindo (RESOURCES ID) bersama PT Tanjung Alam Jaya (PT TAJ) berkolaborasi melaksanakan Gerakan Tobat Ekologis Nasional melalui program 1000 Pohon untuk Negeri yang diinisiasi oleh RESOURCES ID diwilayah konsesi PKP2B PT TAJ. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta mendorong

By Rian Wahyuddin
Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Bahlil Pastikan Pasokan BBM Aman, Pertamina Diminta Tambah Armada Perkuat Distribusi ke Daerah

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan jalur distribusi ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Hal itu disampaikan

By Rian Wahyuddin
PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

PAMA Perkuat Edukasi Gizi Keluarga untuk Dukung Tumbuh Kembang Balita di Jatinegara

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Ibu Balita bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Status Gizi Masyarakat melalui Pendekatan Keluarga” di Kelurahan Jatinegara, Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Peak

By Rian Wahyuddin