AP3I Minta Pemerintah Konsisten Dorong Hilirisasi Mineral

Jakarta-TAMBANG. Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Mineral Indonesia (AP3I) meminta Presiden Joko Widodo untuk konsisten mendorong hilirisasi produk tambang mineral. Dalam Siaran pers yang ditandatangani Ketua Asosiasi Prihadi Santoso dan Wakil Ketua Jonathan Santoso, ada setidaknya tiga masukan.

Masukan ini secara khusus terkait rencana Pemerintah melakukan perubahan keempat dari PP No.23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan kegiatan Usaha Mineral dan Batu bara.

Di point pertama, Asosiasi meminta Presiden Joko Widodo untuk konsisten menjalankan amanah UU Minerba khusus terkait larangan ekspor bijih mineral. Asosiasi menilai jika diberikan relaksasi hanya akan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi investor yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia. Juga memberi sentimen negatif ke sektor lain termasuk perbankan.

Kemudian di poin kedua disebutkan bahwa untuk menghindari kekosongan landasan hukum maka Pemerintah diminta segera menyelesaikan revisi PP sebelum batas akhir ekspor konsentrat berakhir pada 11 Januari 2017.

Kemudian Asosiasi juga meminta Kementrian ESDM untuk lebih memperhatikan kelangsungan operasional smelter mineral secara khusus terkait kepastian pasokan bahan baku. Diharapkan Kementrian teknis ini dapat menghindari konflik kepentingan sebagai regulator di satu sisi dan sebagai Pembina perusahaan tambang di sisi lain.

Asosiasi menilai kesimpangsiuran berita terkait rencana relaksasi dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan pelemahan harga komoditi khusus nikel.

Untuk diketahui, saat ini naskah revisi keempat dari PP 23 tahun 2010 sudah sampai ke meja Presiden Joko Widodo. Diperkirakan hari ini akan ada keputusan terkait revisi PP tersebut yang salah satu pointnya terkait kebijakan hilirisasi mineral.

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Minerba Convex 2026 Perkuat Kolaborasi, Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Sebanyak 18 asosiasi subsektor industri pertambangan mineral dan batu bara bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar Minerba Convention and Expo (Convex) 2026 pada 2–3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Minerba Convex 2026 akan dibuka secara

By Rian Wahyuddin
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin