Anak usaha ESSA dapat pinjaman US$22 juta.

Jakarta – TAMBANG. PT Surya Esa Perkasa Tbk (IDX : ESSA) telah melakukan penandatanganan perjanjian terkait tambahan Fasilitas Stand By Letter of Credit (Fasilitas SBLC) dari PT Bank UOB Indonesia. Tambahan fasilitas SBLC yang ditandatangani pada selasa (16/2) tersebut adalah sebesar US$22 juta.   “Fasilitas SBLC ini diperlukan untuk menjamin kontribusi penyertaan modal pada anak usaha perseroan, PT Panca Amara Utama (PAU),” ujar Corporate secretary & Head of Legal ESSA, Sugiri Soedjijo dalam keterbukaannya kamis (18/2).   Saat ini, PAU sedang membangun pabrik ammonia dengan kapasitas sebesar 2000 TPD di kabupaten Baggai, Sulawesi Tengah. Presiden Joko Widodo kala itu meresmikan pemancangan tiang perdana (groundbreaking) yang nilai investasinya mencapai US$830 juta.   Pembangunan pabrik ammonia PAU ini merupakan salah satu dari yang didikung oleh pemerintah, yaitu peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Selain itu, pembangunannya juga akan menciptakan multiplier effect  bagi perekonomian Indonesia, misalnya untuk pertumbuhan bisnis dan lapangan kerja di Indonesia timur.   Sebelumnya PAU juga telah mendapatkan komitmen pendanaan pinjaman sindikasi sebesar US$509 juta yang dipimpin oleh International Finance Corporation (IFC), organisasi kepanjangan dari Bank Dunia beserta 7 bank internasional.  

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin