Anak usaha ESSA dapat pinjaman US$22 juta.

Jakarta – TAMBANG. PT Surya Esa Perkasa Tbk (IDX : ESSA) telah melakukan penandatanganan perjanjian terkait tambahan Fasilitas Stand By Letter of Credit (Fasilitas SBLC) dari PT Bank UOB Indonesia. Tambahan fasilitas SBLC yang ditandatangani pada selasa (16/2) tersebut adalah sebesar US$22 juta.   “Fasilitas SBLC ini diperlukan untuk menjamin kontribusi penyertaan modal pada anak usaha perseroan, PT Panca Amara Utama (PAU),” ujar Corporate secretary & Head of Legal ESSA, Sugiri Soedjijo dalam keterbukaannya kamis (18/2).   Saat ini, PAU sedang membangun pabrik ammonia dengan kapasitas sebesar 2000 TPD di kabupaten Baggai, Sulawesi Tengah. Presiden Joko Widodo kala itu meresmikan pemancangan tiang perdana (groundbreaking) yang nilai investasinya mencapai US$830 juta.   Pembangunan pabrik ammonia PAU ini merupakan salah satu dari yang didikung oleh pemerintah, yaitu peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Selain itu, pembangunannya juga akan menciptakan multiplier effect  bagi perekonomian Indonesia, misalnya untuk pertumbuhan bisnis dan lapangan kerja di Indonesia timur.   Sebelumnya PAU juga telah mendapatkan komitmen pendanaan pinjaman sindikasi sebesar US$509 juta yang dipimpin oleh International Finance Corporation (IFC), organisasi kepanjangan dari Bank Dunia beserta 7 bank internasional.  

Artikel Terkait

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

PERHAPI, IAGI dan PERMINAS Sepakat Mulai Garap Data Mineral Tanah Jarang Indonesia

Jakarta,TAMBANG,- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS). Ketiga pihak ini sepakat untuk melakukan validasi, estimasi dan pelaporan sumber daya dan cadangan logam tanah jarang di Indonesia. Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan di

By Egenius Soda